Tampilkan postingan dengan label Depok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Depok. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Maret 2015

Dirazia, Pelajar Menangis dan Minta Ampun

CIPAYUNG, TRIBUNEKOMPAS.
By: Arief.
- Menangis dan ketakutan, itulah yang terjadi saat belasan pelajar yang tertangkap tangan ketika tengah asyik main di warung internet. Keseluruh pelajar tersebut, terjaring dalam razia yang digelar kecamatan Cipayung, Kamis (12/3).

Pelajar panik ketika belasan petugas Satpol PP Kecamatan Cipayung menggerebeknya. Mereka  histeris kala petugas mengancam pelajar untuk menelepon orangtua siswa. “Jangan di telepon Pak, ampun. Saya nggak akan seperti ini lagi, janji,” kata Aryo, pelajar yang terjaring razia.

Siswa kelas XI SMU PGRI 4 ini melarang petugas menelepon kedua orangtuanya. Pasalnya, ia mengaku telah membohongi ibunya untuk berangkat sekolah. Padahal, saat itu sekolahnya sedang libur. “Kalau ditelepon saya bisa habis Pak. Saya berbohong supaya tetap dapat uang jajan saja,” tuturnya sambil menitikan air mata.

Akibatnya, Aryo  diminta untuk membuat surat pernyataan untuk tak lagi main di warnet. Selelah itu, pelajar inipun diminta pulang ke rumah sekaligus meminta maaf kepada orangtuanya karena telah membohonginya. “Ia Pak saya akan langsung pulang. Saya kapok Pak,”

Camat Cipayung Iin Mutmainah mengatakan, razia yang digelar pihaknya untuk mencegah agar pelajar tak bolos di jam sekolah. Sebab selama ini, Warnet kerap dijadikan tempat pelarian pelajar yang bolos sekolah.

“Hal ini sekaligus untuk menekan adanya tindak kejahatan di dalam warnet,” katanya.

Dikatakan camat, dalam razia yang digelar itu, pihaknya menjaring 17 pelajar SMK dan SMA. Seluruhnya terjaring saat bermain game dan masih mengenakan seragam sekolah.

“Pelajar yang terjaring kita lakukan pembinaan yang sifatnya persuasif dengan memintanya membuat surat pernyataan,” ujar camat.

Iin pun mengaku, surat pernyataan itu akan ditembuskan ke sekolah masing-masing. Namun jika di kemudian hari terjaring kembali maka pihaknya akan koordinasi dengan unit terkait untuk diambil tindakan. “Ke depan pihaknya akan melibatkan pihak sekolah, seksi pendidikan kecamatan dan orangtua murid masing-masing,” ungkapnya.

Rabu, 17 September 2014

Depok, Karya Sineas Brazil Ditayangkan di Brazilian Week

DEPOK, TRIBUNEKOMPAS.
By: Arief.

-Acara festival film turut meramaikan Brazilian Week yang digelar Kedutaan Besar Brazil bekerja sama dengan Pusat Kajian Kawasan Amerika Universitas Indonesia tanggal 16-19 September 2014 di Perpustakaan pusat kampus itu, Depok, Jawa Barat.

"Festival film ini kami gelar masih dalam rangkaian acara Hari Nasional Brazil, 7 September. Tujuannya mengenalkan Brazil pada masyarakat Indonesia," kata Bagian Kebudayaan Kedutaan Besar Brazil, Riena Asmara , Rabu (17/9).

Sebanyak enam film karya sineas Brazil bergenre drama, komedi dan dokumenter ditayangkan selama tiga hari, mulai Rabu (17/9) hingga Jumat (19/9) mendatang.

Film-film pilihan tersebut adalah O Auto da Compadecida, Hotel Atlantico, O Palhaco, E Proibido Fumar, Capitaes da Areia dan Lixo Extraordinario. Semua film itu telah menyabet penghargaan ,baik dalam negeri maupun internasional.

"Keenam film tersebut memiliki nilai yang sangat bagus untuk dipetik, misalnya film yang diputar hari ini, O Auto da Compadecida, bernilai bahwa uang bukanlah segalanya,"katanya.

Riena menuturkan melalui film penonton diharapkan dapat memahami budaya dan kehidupan Brazil sehingga tertarik untuk lebih mengetahui seluk beluk negara Samba itu.

Selain festival film, Brazilian Week juga menampilkan foto-foto koleksi Dubes Brazil untuk Indonesia, Paulo Alberto da Silveira Soares, dengan tema perkembangan pembangunan di Brazil.

Senin, 08 September 2014

Bima Arya Ingin Balai Kota Bogor Dipindah

BOGOR, TRIBUNEKOMPAS.
By: Rahmat Husein.

-Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto berwacana akan memindahkan balai kota (kantor wali kota) dan pusat pemerintahan Kota Bogor yang saat ini berlokasi di Jalan Raya Ir Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, ke lokasi lain. Pasalnya saat ini semua aktivitas baik pemerintahan, perdagangan, pendidikan, dan penginapan (hotel) berada di sentral atau pusat kota.

"Kondisi ini membuat pusat atau sentral kota menjadi semrawut dan arus lalu lintas semakin crowded, karena semuanya bertumpu di pusat kota," kata Bima, saat ditemui di kantor Dipenda Kota Bogor, Ahad, 7 September 2014.

Dia mengatakan kendati pemindahan balai kota dan semua kantor pemerintahan Kota Bogor tersebut masih sebatas wacana dan belum ada lokasi dan anggaran serta kajian secara mendalam, akan tetapi dirinya menegaskan memang sudah selayaknya pusat memerintahan Kota Bogor itu dipindahkan ke pinggiran kota.

"Beban pusat Kota Bogor atau seputaran Kebun Raya Bogor ini memang sudah jenuh, mulai dari Istana Bogor, pembangunan hotel, pusat perbelanjaan, tempat ibadah bahkan pendidikan pun lokasinya di sana," kata dia.

Nantinya, tegas Bima, jika balai kota dan kantor pemerintahan Kota Bogor dipindahkan ke daerah lain, kantor wali kota dan perkantoran lainnya yang saat ini digunakan tersebut akan menjadi bangunan heritage.

"Kantor yang lama menjadi menjadi bangunan cagar budaya (heritage), bahkan bila pusat pemerintahan dipindahkan maka secara otomatis akan menumbuhkan potensi pertumbuhan di sekitar tempat pemerintahan yang baru dan lokasinya di pinggiran kota," kata dia.

Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Syarif Hidayat yang mengungkapkan jika wacana pemindahan balai kota dan pusat perkantoran pemerintahan Kota Bogor itu sudah muncul sejak lama.

"Melihat kondisi pusat kota sudah crowded, makanya sudah lama wacana ini bergulir, dan bukan hanya gedung balai kota saja yang akan pindah akan tetapi gedung DPRD pun wacananya akan dipindahkan," kata dia.

Menurutnya, untuk saat ini, lokasi yang sangat tepat dan strategis untuk gedung balai kota dan pusat kantor pemerintahan Kota Bogor ini berada di sekitar Kayumanis, Kecamatan Tanahseral, Kota Bogor, yang lokasinya berada di pinggir kota.

"(Lokasi) yang ideal sih di pinggir kota seperti Kayumanis, bahkan di sana pun sudah dibangun kantor Binamarga dan kantor Pol PP Kota Bogor," kata dia.

Minggu, 31 Agustus 2014

Panglima TNI dan Jokowi Beri Pencerahan Pada Ratusan Kiai NU

DEPOK, TRIBUNEKOMPAS.
By: Arief.

- Presiden terpilih Joko Widodo dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko didaulat  memberi pencerahan kepada ratusan kiai  Nahdlatul Ulama (NU) yang berkumpul dalam
Dipandu Jimly Asshiddiqie, Moeldoko mengisyaratkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan UUD 1945 dan Pancasila menjadi mutlak pilihan keberagaman SARA.

“Demokrasi yang kita anut adalah demokrasi Pancasila, bukan demokrasi model barat atau model lainnya. Karena inilah anugerah dari Allah SWT, yang wajib kita pelihara sebagaimana amanah keberagaman NU,” ujarnya menjawab sejumlah pertanyaan peserta perwakilan NU dari 34 provinsi se-Indonesia.
Dijelaskannya, banyak model demokrasi di belahan dunia lain menelan pil pahit lantaran perpecahan internal seperti Arab Spring di Timur Tengah, Irak hingga negara-negara di benua Afrika.

“Kalau sudah terpecah sebuah negara apalagi seperti Indonesia maka sulit dikembalikan lagi persatuan dan kesatuannya. Jadi, marilah kita bergandengan tangan dengan seluruh elemen bangsa bersatu.”
Jokowi mengapresiasi langkah KH Hasyim Muzadi, mantan Ketua Umum PBNU, yang seringkali silaturahim internal NU membahas masalah-masalah nasional dan mencari solusi terbaik mempertahankan NKRI.

“Ini sejalan dengan Revolusi Mental kami yaitu mengembalikan kemurnian akhlak sebagai manusia yang hakiki, sebagai khalifatullah di bumi khususnya Indonesia. Negara dan Agama (Samawi) seperti air dan ikan, saling membutuhkan,” ujar presiden terpilih itu.

“Mari kita mulai kejujuran dari diri kita untuk bangsa dan negara karena laporan Asal Bapak Senang (ABS) penyebab salah menerapkan kebijakan, dan hal ini (ABS) akan saya hapus saya.” 

Minggu, 15 Juni 2014

Peraih Nilai UN SMP Tertinggi Diberi Penghargaan

JAKARTA, TRIBUNEKOMPAS.
By: Arie.

-Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Lasro Marbun mengaku senang dengan prestasi yang diraih oleh salah satu anak didik sekolah di Jakarta. Anak tersebut, Jilan Zahra Jauhara, meraih nilai Ujian Nasional SMP tertinggi.

"Kami senang dan bangga. Terima kasih untuk orang tua dan gurunya," kata dia Sabtu, 14 Juni 2014. Dengan ini, DKI sudah dua kali memiliki anak didik yang memperoleh nilai UN tertinggi. Sebelumnya, Ryan Aditya Moniaga dari SMA Kanisius Jakarta mendapat nilai UN SMA tertinggi.

Bagi anak-anak yang berprestasi, kata Lasro, Dinas akan memberikan penghargaan. "Hal ini sebagai bentuk motivasi," kata dia. Sedangkan bentuk penghargaan yang akan diberikan kepada mereka masih dibahas. "Sekalian kami tunggu hasil UN SD," ujarnya.

Menurut Lasro, hasil UN SMP di Jakarta cukup sukses. Tingkat kelulusannya mencapai 99,99 persen. "Ada 13 orang yang tak lulus," kata dia. Siswa yang tak lulus terbanyak ada di Kabupaten Kepulauan Seribu sebanyak lima orang. Total peserta UN SMP DKI sebanyak 131.236 siswa.

Meski cukup memuaskan, Lasro mengaku hal ini menjadi tantangan buat Jakarta. "Kami akan evaluasi semuanya untuk menyambut tahun ajaran baru," kata dia. Maksudnya, agar pada pelaksanaan UN mendatang Jakarta tetap memiliki prestasi.  

Selasa, 01 April 2014

Saudara IS Mengaku Miris Melihat Pemberitaan

DEPOK, TRIBUNEKOMPAS.
By: Arief.

-Sepupu dekat IS--bocah yang dianiaya oleh penculiknya--Asyif Adnin, 13 tahun, mengaku tak mampu menahan tangis ketika mengetahui IS menjadi korban penganiayaan. Apalagi, ketika ibunya, Ira Maryani, memperlihatkan foto kondisi tubuh dan kesehatan IS padanya.

"Saya kaget dan sedih, langsung nangis lihat fotonya," kata Asyif saat ditemui di rumahnya, Gang Dodol Nomor 43 RT 4 RW 4, Kelurahan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Selasa, 1 April 2014.

Siswi MTS Alhamdaniah ini mengatakan tidak menyangka IS akan menjadi korban penculikan dan penganiayaan. Ia masih ingat ketika IS dan Ibunya, Iis Novianti, 30 tahun, menginap di rumah mereka beberapa bulan lalu. "Iya sangat aktif, senang sekali main dengannya," katanya.

IS diculik dan disiksa oleh mantan pacar ibunya, Dadang Supriyatna, 29 tahun. Dadang sakit hati lantaran Iis justru mengenalkan lelaki lain kepadanya. Saat ini Dadang sudah ditahan di Markas Polres Jakarta Utara.

Asyif merasa miris jika menonton pemberitaan tentang IS. "Ngeri sekali," katanya sedih. Apalagi, kata dia, IS disuruh mengemis di jalan. "Disuruh mengemis juga. Pas Ibu pulang kemarin, langsung diceritain dan saya nangis."  Dia juga berharap IS cepat sehat kembali agar bisa bermain bersama. IS, kata Asyif, pernah bilang pengin cepat masuk sekolah. "Dia kan masih kecil, tapi pengin masuk sekolah," katanya.

Selasa, 18 Maret 2014

Kampanye di Depok, Hary Tanoe Naik Heli

 
Kampanye di Depok, Hary Tanoe Naik Heli   DEPOK, TRIBUNEKOMPAS.
By: Arief.
 
-Partai Hati Nurani Rakyat berkampanye di lapangan Sanca Sakti ABRI, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Depok, hari ini, Selasa, 18 Maret 2014. Calon wakil presiden Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo, menyampaikan orasi politik di hadapan ratusan pengunjung. Sedangkan calon presiden Wiranto tidak kelihatan.

Di depan ribuan kader Hanura, lelaki yang akrab disapa HT itu mengajak kader berpartisipasi pada pemilihan umum legislatif tanggal 9 April mendatang. Hary Tanoe menjanjikan partainya akan meningkatkan taraf hidup rakyat Indonesia.

"Kami ingin tingkatkan lapangan kerja, membangun industri padat karya," katanya, lantas disambut riuh tepuk tangan kader Hanura.

HT datang ke Depok dengan menggunakan sebuah helikopter. Ia tiba sekitar pukul 13.30. Namun helikopter itu tidak bisa mendarat di lapangan Sanca yang sudah dipenuhi kader Hanura. Akhirnya, heli turun di sebuah gedung dekat lapangan.

"Beliau (HT) lalu datang ke lapangan dengan mobil," kata salah seorang kader Hanura, Adi Ardiansyah, 35 tahun.

Dalam orasinya, Hary Tanoe mengatakan Hanura ingin mengubah Indonesia menjadi negara maju. Yakni negara yang memberikan subsidi untuk masyarakatnya. "Kasih tunjangan layak supaya bisa hidup," katanya.

Karena itu, negara harus kuat membantu masyarakat yang tidak mampu. "Saat ini, kalau keuangan nasional defisit, bantuan malah dikurangi."

Untuk memajukan Indonesia, partainya akan berfokus memajukan ekonomi nasional. Jika lapangan kerja memadai, HT yakin ekonomi rakyat akan membaik. "Pesan terakhir, jangan salah pilih karena pemimpin tepat yang bisa membawa Indonesia maju adalah Hanura."

Hari Tanoe meninggalkan panggung kampanye sekitar pukul 14.30 dengan mobil. Kemudian bos MNC Group tersebut terbang dengan helikopternya. Sebelum bertolak ke Jakarta, dia menyempatkan terbang keliling lapangan dua kali putaran. Hal itu membuat para kader Hanura berteriak seraya melambaikan tangan.

Ketua DPC Hanura Depok Syamsul Marasabessy mengajak semua kader di Depok agar mencoblos pada 9 Maret nanti. Syamsul juga menginstruksikan agar semua kader dan simpatisan Hanura mencoblos sebelum pukul 10.00 pada 9 April nanti. "Hanura harus buktikan kita semua datang ke TPS sebelum jam 10 pagi."

Selasa, 14 Januari 2014

Polres Depok Kerahkan Anggota Amankan Rumah Korban Banjir

DEPOK, TRIBUNEKOMPAS.
By: Arief.

-Hujan yang turun terus menerus sehingga menyebabkan tanggul Kali Laya di Depok Jebol, Minggu (12/1) kemarin siang. Jajaran personil gabungan TNI dan Polri bekerjasama dalam membendung tanggul yang jebol.

Ratusan personil gabungan berupaya menutup tanggul yang jebol sementara dengan menggunakan kayu dan batu  dibantu penggunaan alat berat. Sejumlah material diplester dengan semen dan jaring besi sebagai penguat batu.

Menurut Dandim 0508 Kota Depok, Letkol Inf Zamroni kepada wartawan dalam membantu penanggulan sementara pada tanggul yang jebol personilnya dikerahkan. “Sebanyak 200 personil TNI dibantu anggota rekan dari Brimob mempercepat pembuatan tanggu yang jebol,”katanya.

Tanggul yang jebol, lanjut Dandim, sepanjang 10 meter. Akibatnya aliran air yang deras jatuh merendam sejumlah perumahan di Bukit Cengkeh 1, Cimanggis Country Residence dan Perumahan Taman Duta.

PENJAGAAN
Sementara itu Kapolresta Depok, Kombes Pol Achmad Kartiko mengatakan pihaknya juga mempersiapkan sebanyak 75 personil termasuk satgas banjir untuk melakukan pengamanan di lokasi banjir.
“Anggota sudah digerakkan pada Minggu (12/1) kemarin. Titik pengamanan yaitu di lokasi banjir rumah warga yang tenggelam di Setu Pladen Beji, Bukit Cengkeh 2 dan Taman Duta,”ungkapnya kepada Pos Kota.

Selain itu, penjagaan terhadap rumah yang ditinggal kosong pemilik karena banjir prioritas pantauan petugas.
“Antisipasi hal yang tidak diinginkan, anggota akan melakukan penjagaan rumah yang kosong ditinggal pemilik. Selain itu membantu juga proses pengevakuasian korban yang terjebak banjir dalam rumah.”
“Pengamanan ini tetap dilakukan sampai keadaan dilokasi banjir sudah kembali normal.”

Jumat, 03 Januari 2014

Di Depok, Perampok Apes Mobilnya Masuk Gorong-gorong

DEPOK, TRIBUNEKOMPAS.
By: Arief.

-Kepolisian Resor Depok menangkap empat perampok spesialis angkutan kota setelah sempat beraksi di Jalan Margonda Raya, Kamis, 2 Januari 2013. Aksi perampok tadi kepergok oleh korbannya. Mereka tertangkap lantaran ban mobil Xenia B1621ZFC yang mereka gunakan terpeleset hingga mobilnya masuk gorong-gorong.

"Jumlahnya lima orang, tapi yang tertangkap empat orang," kata Hasan, saksi mata di lokasoi perampokan, Kamis, 2 Januari 2014.

Perampokan itu berlangsung sekitar pukul 19.30. Dua dari lima perampok itu berpura-pura menumpang angkotan kota D11 yang melaju ke arah Terminal Depok. Tiba-tiba seorang ibu berteriak ‘ada perampok’. Sang perampok lari naik Xenia di belakang angkot tadi. "Ibu itu dirampok handphone-nya," kata Hasan.

Angkot berhenti. Mobil perampok pun tak bisa melewati mobil di lintasan yang sempit itu. Sementara sang sopir angkutan kota turun dan membawa sepotong besi. "Dia (Sopir) mengancam orang dalam mobil dengan besi agar keluar," kata dia.

Dua dari lima orang itu turun dari mobil dan mencoba kabur. Satu orang naik taksi, satu lagi ditangkap warga. Tiga perampok dalam Xenia mencoba meneroboskan mobil angkutan yang berhenti itu melewati sisi kiri angkot. Namun sayang, ban belakang Xenia malah masuk gorong-gorong. "Mereka terjebak di dalam dan massa langsung mengepung," kata Hasan.

Saksi mata lainnya, Lutfia, 17 tahun, mengatakan tiga perampok dalam mobil tidak mau ke luar. Massa yang marah memukul mobil dengan batu sehingga mobil itu ringsek. Kaca mobil pecah, pelaku digelandang keluar. "Satu orang sempat dipukulin, tetapi masuk gorong-gorong," katanya.

Polisi yang mendatangi lokasi mengamankan tiga pelaku itu. Mobil Xenia masih berada di TKP dan menjadi tontonan masyarakat. TKP berjarak sekitar satu kilometer dari Polresta Depok.

Jumat, 29 November 2013

Bahas Banjir, Nur Mahmudi Singgung Kampung Pulo

DEPOK, TRIBUNEKOMPAS.
By: Aief.

-Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail memaparkan solusi banjir yang menimpa Jakarta dan daerah sekitarnya. Solusi itu, menurut dia, adalah harus ada pengkajian dan pengerjaan yang simultan terhadap lajur air dari hulu Bogor ke hilir Jakarta. Dalam paparannya, Nur Mahmudi mengambil contoh titik yang selalu banjir di Jakarta, yaitu Kampung Pulo.

"Harus ditentukan wilayah mana yang bisa dibangun. Kalau memang sejarahnya kelebihan air sungai, jangan bangun di situ. Contohnya yang paling gampang, ada Kampung Pulo yang setiap tahun banjir. Masak dibiarkan begitu?" kata Nur Mahmudi di sela waktu istrahatnya di Balai Kota Depok.

Menurut dia, semua orang sudah tahu Kampung Pulo itu banjir setiap tahun karena ada limpahan air. "Dan orang tetap membangun (permukiman) apa dibiarkan?" Kata dia. Ketika ditanya apa yang harus dilakukan untuk Kampung Pulo, Nur Mahmudi menyerahkan sepenuhnya pada pihak terkait. "Silakan saja dibahas."

Menghadapi banjir Jabodetabek, kata Nur Mahmudi, tak perlu lembaga baru. Cukup Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU mengoptimalkan Balai Sungai Besar Cisadane. "Tak perlu lembaga atau institusi barulah. Intinya dirgen punya balai, itu saja digunakan," katanya sambil menambahkan. "Yang paling penting di-empower."

Lebih lanjut, Nur Mahmudi menjelaskan bahwa secara teknis lingkungan sebenarnya sudah ada pengkajian. Ia menyebut bahwa air gunung Salak ke Depok bisa dihitung. "Derasnya berapa, curahnya berapa, luasnya berapa, daerah terbuka hijaunya berapa?" Katanya. Selanjutnya, kata dia, yang diharapkan tertahan di permukaan daerah ruang terbuka hijau juga harus dihitung. "Dan ada setu-setu. Misalnya ada setu 150 hektar di Depok dan diestimasi lagi berapa yang bisa ditahan di setu."

Setelah semua itu dirangkai, harus dihitung juga berapa banyak yang bisa dilimpahkan ke daerah. Soalnya, kata Nur Mahmudi, menurut ilmunya, tak bisa semua air dapat diserap oleh tanah. "Meski tak ada bangunan sama sekali, meski ada yang melimpah," katanya. Oleh karena itu, teorinya harus dihitung berapa air yang harus melimpah.

Selanjutnya, kata Nur Mahmudi, dihitung lagi berapa kapasitas sungai dan berapa kemampuannya. "Insya Allah kalau Depok Ciliwungnya tinggi sekitar 20-30 meter tak ada yang menggenang," katanya. Setelah itu, air yang lari ke Jakarta harus dihitung. "Berapa airnya masuk (Jakarta) dihitung lagi." Dengan hitungan itu, kata dia, Jakarta harus menentukan wilayah mana saja yang bisa jadi pembangunan.

Di Depok, kata dia, tidak ada wilayah genangan karena air Sungai Ciliwung. "Enggak ada. Sudah kami jelaskan setiap saat bahwa kegiatan penanaman dan kebersihan Ciliwung kami rutin," katanya. Bahkan, Nur Mahmahmudi mengumbar prestasi yang sudah diraih dengan kegiatan rutin itu. Pada tahun 2011 Depok mendapat penghargaan aktivitas menanam nomor 2 se-Jawa Barat, pada 2012 Depok kembali masuk kota dengan aktivitas menanam nomor 1 se-Jawa Barat. "Tahun ini kami masih tetap menanam. Sekarang kita intensifkan lagi."

Kamis, 28 November 2013

Nur Mahmudi Mengeluh kepada Jokowi

DEPOK, TRIBUNEKOMPAS.
By: Arief.

-Depok termasuk kota terdekat dengan Jakarta, namun soal hubungan pemimpinnya, bisa dibilang belum akrab. Nur Mahmudi pernah mengungkapkan keinginannya agar Jokowi mau berkunjung ke Depok seperti pendahulunya, Fauzi Bowo.


Namun Nur Mahmudi berharap kali ini Gubernur Jokowi mau lebih dari sekedar berkunjung. "Bukan hanya untuk singgah, namun juga bersedia menaikkan anggaran bantuan," ujar Nur Mahmudi pada Oktober tahun lalu. Berikut ini beberapa keluhan Nur Mahmudi kepada Jokowi:

1. Nur Mahmudi Meminta Rp 100 Miliar

Sehari setelah Joko Widodo dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta, Wali Kota Depok Nur Mahmudi langsung meminta tambah jatah bagi Depok. "Biasanya kucuran dana dari DKI hanya Rp 4-5 miliar, kalau bisa (bertambah) bahkan sampai Rp 100 miliar untuk Depok, biar sinergitasnya bagus," kata Nur Mahmudi kepada wartawan di ruangannya.

Dana itu, menurut Nur Mahmudi, bisa digunakan mengatasi banjir Jakarta dengan merawat 26 situ di Depok. Ia mencontohkon Situ Pedongkelan yang berbatasan dengan Jakarta. Menurut dia, Situ Pedongkelan butuh dikeruk dan memperkokoh dinding Situ. "Alangkah baiknya Jakarta bantu biaya tentang situ," katanya.

Keesokannya, Gubernur Jokowi menanggapi santai permintaan Nur Mahmudi. "Tinggal dibagi saja," kata Jokowi ketika ditanya mengenai peningkatan alokasi dana seperti yang diminta Depok, Selasa, 16 Oktober 2012.

2. Nur Mahmudi Menolak Digabung Jakarta

Nur Mahmudi berang dengan usulan lama yang diembuskan kembali tentang wacana penggabungan Depok ke Jakarta. "Kalau ditanya nyaman, saya nyaman banget (tetap di Jawa Barat)," kata Nur Mahmudi ketika ditanya mengenai usul penggabungan itu di Balai Kota Depok, Rabu, 30 Oktober 2013. Nur Mahmudi bahkan mengaku lebih dekat pergi ke Bandung ketimbang ke Jakarta. "Depok ke Bandung hanya dua jam, kalau Depok ke Jakarta Barat bisa empat jam."

Menurut Nur Mahmudi, pembentukan Kota Depok adalah sah berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kota Depok. Berdasar aturan itu, menurut dia, jangan ada pihak yang mengganggu otonomi daerah. "Kalau saya lihat, bukan gabung-menggabung urusannya, tapi efektif atau tidaknya program pembangunan," katanya.

3. Nur Mahmudi Menolak Lokasi Waduk

Kali ini Nur Mahmudi keberatan dengan niat Pemrov DKI membeli lahan di Depok. Alasan pembelian lahan pernah diutarakan Wakil Gubernur Basuki agar pemerintah Jakarta dapat membangun danau penampung air. Fungsinya menahan air dari hulu agar tidak membanjiri Ibu Kota.

Nur Mahmudi kali ini lebih bersuara keras. "Tak perlu saya berkomentar apa-apa. Mari selesaikan di daerah masing-masing," kata Nur Mahmudi saat memantau pengerjaan Jalan Margonda Raya, Depok, kemarin.

Gubernur Joko Widodo yang mendengar tanggapan Nur Mahmudi menyesali terburu-burunya Nur Mahmudi bersikap. "Wong kita ini berada dalam lingkup NKRI, toh," kata Jokowi usai diskusi publik di Universitas Indonesia, Depok, Selasa, 26 November 2013. Menurut Jokowi, kerja sama Jakarta dengan daerah penyangga jangan terpisah-pisah. "Jangan parsial lagi, sudah harus terintegrasi," katanya.

Jumat, 15 November 2013

Ditolak Polisi Depok, Idrus Adukan Jonas ke Bogor

DEPOK, TRIBUNEKOMPAS.
By Arief.

-Front Pembela Islam (FPI) Depok ngotot mengadukan pesinetron Jonas Rivanno atas tuduhan penghinaan agama. Setelah ditolak Kepolisian Resor Kota Depok, rombongan FPI menyatakan akan meluncur ke Markas Polres Kota Bogor.

"Sekarang kami langsung ke Polres Bogor. Laporan tidak diterima (Polres Depok) dan diarahkan ke Bogor," kata Ketua FPI Depok, Habib Idrus Al Gadri saat keluar dari Markas Polresta Depok dengan mobilnya, Kamis petang, 14 November 2013.

Meski telah membawa bukti yang kuat, Polresta Depok menolak laporan tersebut. Kepolisian setempat menyatakan yang dilaporkan FPI adalah pembantahan Jonas terkait dirinya yang sudah mualaf setelah menikahi sesama artis, Asmirandah. Pembantahan itu dilakukan di Kota Wisata Cibubur, Bogor, Jawa Barat. "Pernyataan Jonas itu di Bogor," kata Idrus mengungkapkan.

Idrus mendatangi markas polisi itu Pukul 11.30. Idrus yang mengenakan sorban dan baju koko putih mengatakan laporan itu harus selesai malam ini. Dia mengatakan sudah memiliki semua bukti yang dibutuhkan. "Surat nikah juga ada, komplit. Besok saya kasih," kata dia dengan beralasan dikejar waktu untuk ke Bogor.

Menurut Idrus, Jonas diislamkan oleh MUI Beji dan dinikahkan oleh KUA Beji dengan penghulunya kepala KUA Sobari Hasan. Pernikahan disaksikan oleh dua orang saksi yang salah satunya adalah Ketua MUI Beji, Mahari Madarif. "Semua buktinya komplit," kata dia.

Rabu, 06 November 2013

Wanita Ini Terjun dari Jembatan Layang

DEPOK, TRIBUNEKOMPAS.
By: Arief.

-Dwi Rahayu, 34 tahun, nyaris tewas setelah menjatuhkan dirinya dari jembatan layang Arif Rahman Hakim, Beji, Kota Depok, Rabu, 6 November 2013. Warga Komplek Jati Mulya Kecamatan Cilodong, Kota Depok, itu diduga sengaja melompat dari jembatan layang berketinggian sekitar 10 meter itu karena patah hati. Jarak yang tidak terlalu tinggi menyebabkan Rahayu selamat, tetapi dia menderita patah tulang.

"Waktu itu warga yang ada di bawah sempet teriak supaya jangan lompat, tapi dia tetap nekat," kata Panji, 32 tahun, seorang warga yang menyaksikan kejadian itu, Rabu, 6 November 2013.

Menurut dia, Rahayu sebelumnya mengendarai sepeda motor Vario warna pink hitam dari arah Jalan Raya Nusantara. Kemudian dia naik ke jembatan layang Arif Rahman Hakim, sekitar pukul 06.30 pagi tadi. Sampai di atas jembatan, Rahayu lalu menghentikan kendaraannya, membuka helm dan berdiri melompati pagar pembatas. Beberapa saat kemudian dia melompat dari atas jembatan itu sehingga orang-orang yang melihatnya berteriak histeris.

Rahayu jatuh tertelungkup di jalan aspal yang berada di bawah jembatan. Beruntung nyawanya selamat. Namun, dia mengalami luka parah di bagian kepala dan patah tulang. "Memang jarak jembatan tidak terlalu tinggi sehingga masih bisa selamat, tapi akibatnya dia menjadi patah tulang," kata Panji.

Kepala Subbagian Humas Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Syah Johan mengatakan pelaku diduga mengalami depresi setelah ditinggal menikah oleh kekasihnya yang merupakan anggota TNI. Meskipun demikian, Rahayu mengaku tidak  sadar saat melompat dari jembatan. "Dia bilang waktu itu dalam keadaan tidak sadar, tapi kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Johan.

Kamis, 31 Oktober 2013

Harusnya Tanyakan Warga, Nur Mahmudi Tolak Depok Diambil Jokowi

DEPOK, TRIBUNEKOMPAS.
By: Tommy.

-Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail tidak mau pusing dengan usulan dari berbagai pihak agar Depok melebur dengan pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, yang kini dipimpin Joko Widodo.

Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, selama menginduk ke Provinsi Jawa Barat, tidak ada kendala birokrasi di Kota Depok. Namun beberapa warga Depok yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan justru berpandangan, soal lebur melebur harusnya ditanyakan kepada warga Depok setuju atau tidaknya.

Menurut Wali Kota Depok, "Kalau ditanya soal nyaman, saya nyaman banget menjadi bagian Provinsi Jawa Barat," kata Nur Mahmudi ketika ditanya mengenai usul penggabungan itu di Balai Kota Depok, Rabu, 30 Oktober 2013. Nur Mahmudi bahkan mengaku lebih dekat pergi ke Bandung ketimbang ke Jakarta. "Depok ke Bandung hanya dua jam, kalau Depok ke Jakarta Barat bisa empat jam."

Jika usulan itu diembuskan lagi, kata Nur Mahmudi, pemerintah pusat harus tegas. Usulan penyatuan Depok ke Jakarta, menurut dia, tidak boleh mengganggu otonomi daerah. "Kalau saya lihat, bukan gabung-menggabung urusannya, tapi efektif atau tidaknya program pembangunan," katanya.

Nur Mahmudi mengakui sejak dulu sudah ada berbagai wacana tentang Kota Depok. Rencana megapolitan yang menggabungkan semua daerah penyangga DKI Jakarta menjadi satu wilayah administrasi juga sudah lama dibahas.

Namun, kata dia, wacana tersebut juga hanya digantung. Jika peleburan itu memang mau dilakukan, pemerintah pusat harus mengambil alih wacana tersebut dan menunjuk siapa pihak yang akan menyelesaikan masalah itu.

"Kalau mau bikin perpres, bikin perpres yang benar, lalu berikan kewenangan yang jelas apa fungsinya tanpa mengganggu keberadaan otonomi daerah," kata dia. Menurut dia, pembentukan Kota Depok pada 1999 adalah berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kota Depok.

Sementara itu, beberapa perwakilan warga Depok yang tergabung dalam wadah organisasi kemasyarakatan, mengatakan justru permasalahan melebur ke DKI Jakarta, harusnya ditanyakan ke warga Depok. "Warga Depok setuju atau tidak jika melebur dengan DKI Jakarta," ujar Kasno.

Selasa, 29 Oktober 2013

Nur Mahmudi: UMK Depok Merujuk Pada UU No.13 Tahun 2003

DEPOK, TRIBUNEKOMPAS.
By: Arief.

-Walikota Depok H.Nur Mahmudi Isma’il dan pihak Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Depok siang tadi menggelar pertemuan dengan serikat pekerja dan Asosiasi Pengusaha Indonesia untuk membahas dua hal, yaitu isu mogok buruh dan Inpres nomor 9 tahun 2013 tentang kebijakan penetapan upah minimum di Margonda Raya  Depok, Senin (28/10/2013).

Menyikapi Inpres nomor 9 tahun 2013, sudah ditentukan bahwa Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) akan kembali pada UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan beserta dengan seluruh peraturan perundang-undangan lainnya. Mengenai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) saat ini sedang tahap menyusun survey dan  nanti tripartid tetap akan membahas bersama.

“Hal ini ditentukan untuk mencegah adanya hal-hal yang tidak diinginkan, yaitu ketidakpastian dari perusahaan-perusahaan di Depok yang tidak memiliki serikat pekerja,” ujar Nur.

Selain itu, pertemuan siang tadi juga membahas mengenai isu demo buruh. Terkait hal ini, buruh di Kota Depok sepakat akan melaksanakan mogok massal serentak pada 31 Oktober dan hanya berlangsung selama tiga jam, dimulai pukul 09.00-12.00 WIB.

“Hal ini merupakan kesepakatan dari semua pihak dan tidak ada unsur paksaan. Perlu diketahui bersama-sama oleh serikat pekerja dan perusahaan mengenai hal ini,” lanjut Nur.

Sementara itu Ketua Aspindo Inukerta Pati mengatakan bahwa pada Kamis sebelumnya sudah mengadakan pertemuan dengan pihak serikat pekerja untuk membahas mengenai hal ini. Beliau juga berharap keputusan ini bisa memuaskan semua pihak.

“Kalau buruh demo dan mogok sebenarnya akan merugikan kedua pihak, maka kami selalu berunding dengan pihak serikat. Mengenai KHL masih dalam pembahasan, yaitu mengenai listrik, air, rumah, transport dan rekreasi,” ujarnya.

Zainudin selaku perwakilan serikat buruh Kota Depok memaparkan bahwa pihaknya merasa senang dengan pertemuan yang dilaksanakan tadi dan mengakomodir inspirasi dari para buruh.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Anggota TNI yang Terlibat Bentrok Dibawa ke Denpom

JAKARTA, TRIBUNEKOMPAS.
By: Arief.

-Kepala Dinas Penerangan Markas Besar Angkatan Darat Tentara Nasional Indonesia, Brigadir Jenderal Rukman Ahmad mengatakan, anggotanya yang terlibat keributan dengan anggota Brigadir Mobil (Brimob) Kepalapa Dua di Venus Karaoke Depok Jumat malam, 18 Oktober 2013 saat ini sedang diperiksa di denpom.
Saat ditanya mengenai kronologis kejadian, Rukman mengatakan belum tahu pasti karena masih dilakukan penyelidikan. "Banyak versi, intinya hanya salah pengertian, tapi masih kami dalami," kata Rukman saat dihubungi, Sabtu, 19 Oktober 2013. Menurut Rukman kelima anggota TNI tersebut berasal dari satuan Komando Strategis Angkatan Darat Cilodong.

Menurut Rukman, kelima anggota TNI itu berasal dari satuan komando strategis Angkatan Darat Cilodong. Saat kejadian, kata dia, mereka sedang berpakaian sipil. Namun kepastiannya masih akan menunggu hasil pemeriksaan. Menurut rukman, dalam pemeriksaan juga akan didalami tentang kemungkinan para anggotanya keluar kesatrian tanpa izin.

Saat ditanya kemungkinan sanksi yang akan diberikan jika nantinya mereka terbukti bersalah, Rukman mengatakan itu tergantung dari tingkat pelanggaran yang mereka lakukan. "Sama seperti proses hukum yang lain, pokoknya semuanya nanti tergantung pemeriksaan, hukum harus ditegakkan,"kata dia. Saat ditanya tentang nama anggotanya yang terlibat, Rukman mengaku belum dapat laporan resmi.

Anggota Brigade Mobil (Brimob) terlibat bentrok dengan anggota TNI Angkatan Darat pada Jumat Malam, 18 Oktober 2013, sekitar pukul 23.30 WIB. Perkelahian tersebut terjadi di tempat karaoke Venus, di Depok Town Square, Jalan Margonda Raya, Depok.

Selasa, 15 Oktober 2013

Malam Takbiran, Masjid Kubah Emas Gelar Tabligh Akbar

DEPOK, TRIBUNEKOMPAS.
By: Arief.

-Menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha, RCTI dan Masjid Kubah Emas menggelar acara Tabligh Akbar yang dihadiri oleh ribuan warga di pelataran Masjid Kubah Emas, Depok, Senin (14/10/13) malam.

Selain dimeriahkan oleh artis-artis jebolan X-Factor Indonesia seperti Fatin Shidqia, Agus, dan Shena Malsiana, acara ini juga diisi dengan tausiah dari Ustad Zaelani, Ahmad Al Habsyi, dan Udjae.

Dalam tausiahnya, ustad muda Zaelani mengigatkan kembali tentang hikmah berkurban di Hari Raya Idul Adha. “Ibadah kurban mengajarkan kita tidak hanya menyembelih hewan kurban saja, tapi juga ‘menyembelih’ sifat-sifat hewaniah dalam diri kita,” kata ustad Zaelani.

Ia mencontohkan “penyakit hati” yang harus dihilangkan adalah sifat sombong. “Allah tidak akan mencintai kita sebelum kita menyembelih sifat-sifat-sifat buruk itu,” serunya.

Dalam kesempatan yang sama, Ustad Udjae juga menyampaikan tentang keutamaan ibadah Haji. Menurutnya, orang yang menunaikan ibadah haji adalah orang-orang yang mendapat nikmat karena mereka adalah tamu-tamu Allah.

“Banyak di antara kita yang ketika sudah dapat nikmat harta benda, waktu yang luas dan kesehatan, kadang kita mudah sekali bilang belum mendapat panggilan ke tanah suci. Orang-orang seperti inilah yang disebut kufur nikmat,” ujar Udjae.

Karena itu, ustad Al Habsyi berpesan hendaknya kita selalu siap berqurban kepada Allah dengan apapun yang kita miliki, dan mencintai Allah melebihi apapun yang ada di dunia.

Rabu, 09 Oktober 2013

Di Depok, Pelajar Tewas Tertabrak KRL

DEPOK, TRIBUNEKOMPAS.
By: Arief.

-Pelajar tawuran di Jalan Raya Citayam, Selasa petang. Ingin menyelamatkan diri dari serangan lawan, seorang di antaranya tewas ditabrak kereta.Yogi Pratama, 16, pelajar kelas 1 SMK Karya Muda ini tewas mengenaskan disambar KRL jurusan Bogor – Jakarta.

Sebelum kejadian, korban bersama teman-temannya yang berjumlah puluhan melintasi depan sekolahan SMK Tekindo. Tiba-tiba siswa SMK tersebut mengejar korban dan kawan-kawan. Korban berusaha menyelamatkan diri dengan melintas rel. “Namun naas sewaktu melintasi rel, KRL dari jurusan Bogor ke Jakarta melintas dan menyerempet tubuh korban hingga langsung meninggal di tempat,”katanya.

Sementara itu tempat berbeda, Wakapolsek Pancoran Mas, AKP Mus Umbaran mengatakan korban meninggal akibat luka parah dibagian kepala dan perut. “Anggota sudah memintai keterangan sejumlah saksi,”katanya di kantor Polsek Pancoran Mas.

Mus mengatakan, rumah korban dari tempat kejadian dekat.”Saat kejadian korban sudah dirapihkan oleh keluarganya sendiri yang tinggal di Ratu Jaya RT 02/04, Kel Ratujaya, Kec Cipayung yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi kejadian. Bersama warga jenasah langsung dibawa ke RS Harapan, Pancoran Mas,”tambahnya.

AKP Mus Umbaran mengatakan atas permintaan keluarga korban tidak ingin dilakukan visum. “Sedangkan seorang saksi yang juga teman bermain korban sekarang sudah dimintai keterangan oleh petugas SPKT,”jelas Umbaran.

Kamis, 19 September 2013

Di Depok, Ketua Pemuda Pancasila Ditangkap Polisi

DEPOK, TRIBUNEKOMPAS.
By: Arief.

- Kepolisian Resor Kota Depok menangkap Ketua Pemuda Pancasila Depok, Rudi Samin, tadi malam. Rudi langsung dinyatakan sebagai tersangka karena terbukti merusak fasilitas Pengadilan Negeri Depok pada Selasa siang, 17 September 2013.

"Waktu ditangkap dia tak melawan," kata Kepala Satuan Reserse Komisaris Ronald Purba, kemarin 18 September 2013.

Oleh Kepolisian Kota Depok, kasus ini dilimpahkan ke Kepolisian Daerah Jakarta. "Ini kasus besar sehingga ditangani Polda," kata Ronald.

Rudi Samin memimpin penggerudukan PN Depok lalu merusak ruangan ketua pengadilan. Rudi meminta hakim tak menghentikan eksekusi atas tanah 33 hektare yang dimenangkan Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri. Sengketa tanah ini sudah terjadi sejak 1997 antara Pepabri melawan Departemen Komunikasi dan Informatika.

Polisi telah memeriksa lima saksi dalam kejadian itu, yaitu lima orang dari PN Depok dan dua orang dari anggota Polresta Depok. "Tujuh orang sudah diperiksa," kata Ronald.

Penangkapan Rudi Samin menambah daftar tersangka menjadi tiga orang. Polisi sudah menangkanp Sofian, 30 tahun, warga Bogor, dan Tossi Ahuhalla, warga Danau Batur, Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, Depok.

Menurut Ronald, ketiganya dikenakan Pasal 170 KUHP karena melakukan perusakan di kantor PN Depok. "Rudi Samin juga (dikenakan) Pasal 170," katanya.


Rabu, 18 September 2013

2 Pelaku Perusak PN Depok Diringkus Polisi

DEPOK, TRIBUNEKOMPAS.
By: Arief.

- Dua pelaku perusakan di kantor Pengadilan Negeri (PN) Depok berhasil diringkus oleh kepolisian setempat. Kendati demikian, polisi terus memburu pelaku lainnya.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Ronald Purba mengatakan, pihaknya telah menangkap dua pelaku berinisial Sf (30) asal Bogor, warga Rawageni, Cipayung, Depok dan TA (29) asal Ambon, warga Jalan Danau Batur, Sukmajaya, Depok.

"Kami telah mengamankan dua pelaku perusakan dijerat pasal 170 KUHP," katanya kepada wartawan, Selasa (17/9/2013).

Ronald menambahkan, sementara untuk Ketua PP Rudi Samin, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Rudi Samin, kata dia, belum direncanakan akan diperiksa.

"Belum, semuanya masih didalami, dia (Rudi Samin), juga belum ada rencana diperiksa sebagai saksi," terangnya.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa pecahan kaca, pot, dan kursi yang dirusak massa.

Perusakan diakibatkan desakan ormas Pemuda Pancasila (PP) untuk segera mengeksekusi lahan 33,3 hektar di Jalan KSU, Tirtajaya, Sukmajaya, Depok dengan pemenang Samin CS.