DEPOK, TRIBUNEKOMPAS. By: ANTO.
-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengamankan sedikitnya 17 makanan cepat saji dari pelbagai merk. Makanan ini disita guna diuji kelaboratorium agar diketahui kandungan bakterinya. Hal itu terungkap saat Seksi Pengawasan Obat Dan Makanan Dinkes Depok melakukan sidak disalah satu pasar swalayan Jum`at (5/8/2011).
Menurut Kepala Seksi Pengawasan Obat Dan Makanan Dinkes Depok, Yulia Oktavia, beberapa jenis makanan yang diuji yaitu, tahu, bakso, manisan, cincau, dan sejumlah makanan siap saji lainnya. Beberapa makanan curah yang dijual di Supermarket juga tak luput diamankan untuk dilakukan uji laboratorium.
Dikatakannya, dari makanan yang disita tersebut, terdapat beberapa kejanggalan. Diantaranya, izin dan kode produksi tidak sesuai. Seperti yang tercantum pada makanan jenis cincau hitam.
“ Izinnya dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) tapi kode produksinya bukan milik BPOM. Ini yang akan kami telusuri mengapa Supermarket besar bisa kecolongan seperti ini,” tuturnya.
Yulia mengingatkan, bila makanan tersebut mengandung zat berbahaya maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas. Sebelum diberikan tidakan tegas, kata dia, pengusahanya akan dilakukan pembinaan terlebih dahulu. Barometernya yang diuji pada sampel makanan antara lain kadar boraks, formalin, dan zat pewarna.
Kata Yulia, Zat tersebut jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih dan jangka lama akan menyebabkan kanker. Dan dalam jangka waktu pendek menyebabkan keracunan.
“ Kalau makanan tersebut diproduksi di Depok maka kami yang akan melakukan pembinaan. Tapi kalau di luar Depok maka dinas kesehatan setempat yang akan membina. Tidak menutup kemungkinan izinnya bisa mencabut,” imbuhnya.
Yulia menegaskan, masyarakat agar lebih berhati-hati mengonsumsi makanan siap saji. Terutama makanan curah. Karena tidak terdapat tanggal kadaluarsa seperti makanan siap saji yang sudah berlabel. Untuk yang berlabel juga agar lebih dilihat lagi tanggal kadaluarsa dan kode produksinya. Sebab secara kasat mata makanan yang menggunakan zat pewarna dapat dilihat dari teksturnya.
“ Makanan yang menggunakan formalin akan terlihat kenyal dan sulit hancur. Sedangkan yang menggunakan zat pewarna terlihat dari pekatnya warna makanan tersebut. Kalau yang mengandung bakteri, tercium dari bau dan ada tidaknya lalat yang menempel,” tandasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar