Minggu, 14 Agustus 2011

Pemerintah Kota Depok Jamin Stok Pangan Aman

DEPOK, TRIBUNEKOMPAS.
By: TOMMY. H.


- Untuk mengantisipasi "Trend Inflasi" yang saat ini sedang terjadi di pemerintahan Kota Depok, pada bulan Juni - Juli 2011 dan seterusnya, pemerintah Kota Depok kedepan atau sepanjang Bulan Agustus ini, akan mengucurkan beras sebanyak 450 ton dalam menghadapi kebutuhan Ramadhan dan Hari Raya 1432 H. Bahkan, kebutuhan pokok untuk 3 bulan ke depan pemerintah Kota Depok memastikan untuk kebutuhan pangan, stoknya cukup. Hal itu diungkapkan walikota Depok Nur Mahmudi Isma'il, melalui Kominfo Kota Depok, akhir pekan lalu.

Berdasarkan data yang diperoleh Tribunekompas dari Kominfo Kota Depok, harga-harga pada bulan Juni 2011 di Kota Depok terjadi Inflasi sebesar 0,63 %, lebih tinggi dari inflasi Kota Bandung sebesar 0,17 %. Sedangkan inflasi Kota Jakarta sebesar 0,43 % dan inflasi Nasional sebesar 0,55%.

Hal tersebut terjadi dikarenakan adanya kenaikan harga dari beberapa komoditas, diantaranya daging ayam ras, bawang merah, beras, telur ayam ras dan batu bata. Sementara komoditas yang mengalami Deflasi meliputi komoditas cabe merah, bensin(pertamax dan pertamax plus), cabe rawit, petai dan kentang.

Dari 7 (tujuh) kelompok barang dan jasa, 5 kelompok mengalami inflasi yaitu, kelompok bahan makanan sebesar 2,12 %, Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,42 %, kelompok sandang sebesar 0,60 %, kelompok kesehatan sebesar 0,12 %, dan kelompok pendidikan , rekreasi dan olah raga sebesar 0,05 %.

Sementara kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar -0,06 % dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,19%.

Data lain juga menyebutkan, inflasi di Kota Depok juga masih terjadi pada bulan Juli Tahun 2011, dengan inflasi sebasar 0,87%, lebih tinggi dari inflasi Kota Bandung sebesar 0,51%, inflasi Kota Jakarta sebesar 0,61% dan Inflasi Nasional sebesar 0,67%.

Penyebab terjadinya inflasi di Bulan Juli lalu, juga disebabkan adanya kenaikan harga dari beberapa komoditas diantaranya Daging Ayam Ras, Beras, Kentang, Telur ayam ras, ketimun, kacang tanah, daging sapi dan semen.

Sementara komoditas yang mengalami deflasi meliputi komoditas bawang putih, bawang merah, cabe merah, jeruk dan cabe rawit.

Sementara itu, hasil monitoring ketersediaan dan perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok pada tanggal 5 Agustus 2011 lalu dilaporkan,

Beras Jenis IR 64 II mengalami kenaikan harga dari rata-rata Rp.7.029,-/Kg menjadi Rp 7.043,-/Kg, hal ini dikarenakan adanya peningkatan permintaan, sedangkan pasokan yang masuk terbatas karena belum masuk musim panen.

Untuk Daging Sapi mengalami kenaikan harga dari harga rata-rata Rp.65.571,-/kg menjadi Rp 69.429,-/Kg, hal ini dikarenakan adanya peningkatan permintaan, sedangkan pasokan yang masuk tetap (tidak bertambah).

Ketersediaan bahan kebutuhan pokok hasil pemantauan tersebut juga menyatakan, aman, tercukupi dan tidak ada satu pun komoditi bahan pokok yang mengalami kelangkaan.

Sampai dengan Bulan Juli 2011 "tren inflasi" mengalami kenaikan hingga 0,87%, secara kumulatif tingkat inflasi tahun kalender 2011 (Januari s/d Juni) Kota Depok tercatat mengalami Inflasi sebesar 1,24% dan berada di posisi ke-46 Kota tertinggi tingkat inflasinya dari 66 Kota, yang menjadi dasar perhitungan angka inflasi atau dapat disimpulkan secara umum masih ralatif aman dan terkendali. (Advertorial).

Tidak ada komentar: