DEPOK, (Tribunekompas) By: Tommy.
- Jika warga Depok yang miskin sakit maka Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) menjadi tumpuan harapan satu-satunya, namun untuk saat ini warga Depok mesti berpikir seribu kali jika ingin mendapatkan Jamkesda, dikarenakan dana jamkesda sudah habis.
Demikian diungkapkan Ketua LSM Gepak (Gerakan Pemuda Anti Korupsi) Kota Depok, Cahyo Putranto, kepada Tribunekompas, Selasa 27/9.
"Kalau rakyat sakit maka walikota akan bilang maaf dananya sudah habis namun jika walikota sakit maka segala fasilitas siap menanggulangi," kata Cahyo, menyikapi dana untuk rakyat miskin yang sudah tidak ada sementara jika untuk para pejabat di Kota Depok, maka terkesan mewah dan siap kapan saja diperlukan.
Data yang ada di Gepak Depok, saat ini dana untuk warga miskin tersebut sedang di bahas tim anggaran pemerintah daerah dan badan anggaran DPRD Depok, di Cipayung, Puncak, Kabupaten Bogor, dalam pengajuan tambahan anggaran di RAPBD Perubahan TA 2011.
Cahyo mengungkapkan, dana untuk menunjang walikota dalam APBD Kota Depok tahun anggaran 2011, mencapai Rp. 2.069.985.500,00 dan siap digunakan kapan saja jika walikota sakit dan lain sebagainya. "Yang notabene uang tersebut adalah uang rakyat tapi jika warga yang sakit maka akan dibilang dananya sedang habis," kata Cahyo nampak prihatin dengan kesenjangan tersebut.
Menurutnya, Anggaran Belanja Walikota dan Wakil Walikota diatas masih belum termasuk anggaran untuk gaji, tunjangan, fasilitas kendaraan (mobdin), fasilitas komunikasi, dan anggaran taktis lainnya untuk Walikota dan Wakil Walikota.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar