Jumat, 21 Oktober 2011

4 Kali Coba Bunuh Diri, Akhirnya Tewas

DEPOK, (Tribunekompas)
By: Arief.


- Setelah keponakan Inspektur Jenderal Polisi Edward Aritonang bunuh diri, Kota Depok kembali dihebohkan oleh bunuh dirinya seorang kakek di Jalan Mandai Raya RT 01/16 No 82, Baktijaya,Sukmajaya, Rabu (19/10) pukul 11.00 WIB.

Sebelum ini Parlindungan Manurung (70) sudah tiga kali berupaya bunuh diri namun selalu gagal. Baru percobaan keempat kali itulah sang kakek yang putus asa karena penyakit strokenya ditemukan tewas tergantung di kusen pintu kamarnya. Parlindungan yang mengenakan kaos oblong putih dan celana dalam gantung diri dengan menggunakan kain panjang.

Ahmad (40), warga setempat mengatakan, di rumah tersebut tinggal Parlindungan bersama istrinya yang bekerja di Kementerian Sosial RI dan seorang putri mereka yang duduk di bangku SMA. Rabu (19/10) pagi, sang istri menitipkan kunci rumah ke Ny Nani, istri Ketua RW 11 Suprapto. Pukul 11.00 WIB, Ny Nani menuju rumah Parlindungan untuk memberikan makan pensiunan pedagang tersebut. Saat membuka pintu dan mencari Parlindungan, Ny Nani kaget melihat yang dicari sudah tewas gantung diri. "Pak Parlin ditinggal sendiri karena istrinya mau kerja. Kunci dititipkan ke istrinya Pak RW. Ibu RW yang pertama kali menemukan Pak Parlin gantung diri," tuturnya.

Dikatakan Ahmad, setahun yang lalu Parlindungan terserang stroke. Berbagai cara dilakukan agar strokenya bisa sembuh. Baik itu secara medis dan pengobatan alternatif. Namun usahanya tak berhasil, penyakit Parlindungan tak kunjung sembuh. "Saya sering nganter Pak Parlin berobat. Saya juga sering nganter ke tukang urut. Tapi belum sembuh-sembuh juga. Beberapa kali Pak Parlin berusaha bunuh diri," paparnya.

Menurut adik, Parlindungan, Wiliam Manurung, kakaknya itu sudah tiga kali berusaha bunuh diri karena strokenya tak kunjung sembuh. Kakaknya itu berusaha bunuh diri dengan cara gantung diri dan minum racun.

Kabag Operasional Polresta Depok, Kompol Suratno menyatakan bahwa Parlindungan tewas murni karena bunuh diri. Sebab dari hasil olah tempat kejadian perkara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Sebelumnya kejadian serupa menimpa keponakan Koordinator Staf Ahli Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang, Wanjik Jehodo (18). Pemuda tersebut ditemukan gantung diri dengan menggunakan tali plastik di ruang tamu Kompleks Perumahan Raflessia Blok L1 No 18, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, pukul 16.00 WIB, Selasa (18/10).

Jasad korban pertama kali ditemukan pembantu rumah tangga di rumah tersebut, Basri. Jenazahnya baru dikeluarkan petugas polisi pukul 18.45 WIB untuk dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Paman korban, Irjen Pol Edward Aritonang mengaku kaget saat mendengar keponakannya gantung diri. Namun sebelumnya memang ada yang aneh dari perilaku Wacik seperti berbicara kepada anaknya untuk mengakhiri hidup. "Katanya dia dia lagi menghadapi masalah berat dan akan pergi jauh," ujar mantan Kapolda Jawa Tengah ini.

Dia mengatakan korban memang dikirim ayahnya ke Depok untuk mengikuti seleksi kepolisian. Namun ternyata dia gagal lolos seleksi. Dia juga baru menabrak mobil orang dengan menggunakan motor.

Tidak ada komentar: