DEPOK, (Tribunekompas) By: Tommy.
- POLRESTA Depok membekuk lima sindikat pencurian kendaraan bermotor yang kerap beroperasi di Depok sejak tahun 2007. Barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 30 unit motor berbagai merek dan lima truk suku cadang motor yang terdiri dari, rangka motor, mesin motor, velg, body, knalpol, dan ban motor.
"Kerja keras kami akhirnya membuahkan hasil. Kami berhasil menangkap lima kelompok pencurian kendaraan bermotor roda dua. Umumnya modus pencurian motor itu merusak kunci kontak dengan kunci letter T," kata Kapolresta Depok, Kombes Mulyadi Kaharni,saat gelar barang bukti hasil kejahatan, akhir pekan kemarin.
Mulyadi menjelaskan, kelompok pertama sindikat ranmor terdiri dari HD dan MR. Mereka kerap beraksi di Sawangan, Leuwiliang dan Ciampea,Kabupaten Bogor. Kelompok ini beraksi pada malam hari pukul 01.00-05.00 WIB saat acara dangdutan digelar. Barang bukti yang diamankan 10 motor.
Kelompok kedua adalah NY,UT, dan KS. Namun UT dan KS belum tertangkap. Kelompok ini beraksi empat kali di wilayah Depok dan tujuh kali di Bogor mulai pukul 22.00 WIB-05.00 WIB. Sasaran mereka adalah motor yang diparkir dipinggir jalan dan pemetiknya adalah UT dan KS. Barang buktinya dua unit motor.
Kelompok ketiga adalah WYD, sedangkan BCR dan IB buron. Kelompok ini beraksi di wilayah Bojonggede,Sawangan,Pancoranmas, dan Bogor mulai pukul 01.00-06.00 WIB. Sasarannya motor yang diparkir di pinggir jalan. Di Depok mereka telah beraksi sebanyak 16 kali. Motor hasil curian kemudian dijual kepada SP seharga Rp 1,8 juta per unitnya dan ke BY Rp 2 juta. Oleh BY motor curian itu dipreteli untuk kemudian dijual. Suku cadang itu pun dijual ke P,M dan A yang masih diburu. Barang buktinya 14 motor. "Dari hasil pemeriksaan tersangka, BY telah membeli motor curian yang kemudian dipreteli sebanyak 80 motor. Potongan spare part itu kami angkut dengan lima truk," tuturnya.
Kelompok keempat terdiri SRB dan YJ, lanjutnya. Mereka beraksi di wilayah Cimanggis mulai pukul 22.00-05.00 WIB. Modus mereka mengambil motor di dalam rumah dengan cara mencongkel jendela. Barang bukti sebuah motor Kharisma.
Selanjutnya kelompok lima adalah IS. Kelompok ini beraksi pukul 24.00-04.00 WIB. IS telah beraksi tiga kali di wilayah Sukmajaya. Barang buktinya tiga motor.
"Kami masih memiliki data-data jaringan pelaku yang belum ditangkap. Karena itu kami masih melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku curanmor," paparnya.
Mulyadi berharap peran serta masyarakat Depok untuk mengurangi curanmor di Kota Depok. Di antaranya meningkatkan kembali program siskamling, memberi kunci tambahan di motor, tambahan CCTV di tempat parkir,cari tempat parkir yang aman, dan laporkan terjadi curanmor ke polisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar