Senin, 30 Januari 2012

Walikota Depok Bersama Menteri Pendidikan Mengunjungi Sekolah Yang Rusak

DEPOK, (TRIBUNEKOMPAS)
By: Arief.


- Setelah mengunjungi SDN Tugu 6 pada hari Sabtu lalu, Hari ini kemarin Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il, kembali mengunjungi beberapa sekolah yang juga mengalami kerusakan. Berbeda pada hari kemarin, kunjungan kali ini dilakukan bersama dengan Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI Muhammad Nuh. Sejumlah sekolah yang dikunjungi adalah Sekolah Dasar Negeri Cilodong II, SDN Sukamaju Baru II dan III, serta SD Tugu 9.

Kemendikbud memiliki program untuk membangun sekolah SD dan SMP yang dianggap sudah tidak layak sejak tahun 2011 lalu hingga tahun 2012. Kemendikbud berkomitmen ingin menuntaskan perbaikan sekolah rusak di Indonesia, karena jumlahnya telah mencapai 140 ribu ruang kelas sekolah yang tidak layak untuk proses belajar-mengajar.

Mayoritas dari penyebab kerusakan adalah karena faktor usia. Seperti keempat sekolah di Kota Depok yang telah dibangun sejak tahun 1980-an. Wajar bila kebanyakan ruang kelas sudah tidak layak dan harus direnovasi karena usianya sudah lebih dari 30 tahun, jadi kontruksinya pun sudah tidak sekokoh dulu, apalagi dibagian atapnya yang sudah mulai rapuh. Kemendikbud akan merenovasi bangunan sekolah yang rapuh agar para siswa bisa menimba ilmu dengan nyaman.

Walikota Depok mengatakan masih ada 280 sekolah lagi yang mengalami rusak berat dan belum diperbaiki. Walikota berharap agar Kemendikbud bisa segera merealisasikan programnya untuk merehab sekolah-sekolah yang sudah tidak layak lagi, agar kenyamanan dalam proses belajar mengajar bisa dirasakan oleh siswa dengan cepat.

Tak lupa, Walikota juga mengapresiasi semangat para guru yang tetap semangat mengajar dengan kondisi sekolah yang seadanya. “Saya bangga dengan semangat para guru dan murid yang terus melaksanakan kegiatan belajar mengajar, walaupun keadaan kelas tidak sempurna. Jaga terus semangat dalam menimba ilmu sehingga bisa tercipta calon-calon pemimpin yang tangguh di masa mendatang” harap Walikota.

Tidak ada komentar: