Selasa, 03 April 2012

Depok Kedatangan Tamu Dari Malaysia & Thailand

DEPOK, (TRIBUNEKOMPAS)
By: Arief.


- Untuk kesekian kalinya, Kota Depok kedatangan tamu dari Negara tetangga, yakni Malaysia dan Thailand. Kunjungan lembaga Kajian Ketahanan Keluarga Indonesia dan Yayasan Ikrom Malaysia, serta Yayasan As-Salam Thailand diterima langsung oleh Walikota H. Nur Mahmudi Isma’il diruang kerjanya, di lantai 2 Balaikota, kemarin. Hadir dalam kunjungan tersebut Kepala BPPKB, Bagian Umum, Bagian Sosial, dan Kesbangpol Lonmas. Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan & Keluarga Berencana Kota Depok Novarita mengucapkan selamat datang kepada para tamu yang hadir diruangan tersebut. Novarita memaparkan tentang pentingnya ketahanan keluarga untuk mewujudkan Kota Depok yang maju dan sejahtera, karena ketahanan keluarga merupakan kondisi dinamika suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta memiliki kemampuan fisik, materil, dan psikis-mental spiritual guna hidup mandiri dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis dalam meningkatkan ksejahteran lahir dan kebahagiaan batin.

Awali pembicaraan, Walikota mengatakan bahwa Depok adalah bagian dari Provinsi Jawa Barat dan Depok merupakan Kota yang menjadi tujuan migrasi. Untuk itu, Pemerintah mempunyai tanggung jawab dalam perencanaan kehidupan yang memenuhi tatanan kepemerintahan. “Depok mempunyai universitas yang menjadi tujuan dari seluruh siswa Indonesia, yaitu Universitas Indonesia. Selain itu, masih banyak lagi perguruan tinggi yang ada di Kota Depok, seperti Guna Darma, UPN, BSI, dan ,asih banyak lagi. Selain kota pendidikan, Depok juga kota niaga dan jasa yang religious dan berwawasan lingkunga” papar Pemimpin Kota Depok sekaligus menginformasikan visi dan misi Kota Depok.

“Ketegasan ketahanan keluarga sudah diatur dalam UU sehingga akan lebih mudah dalam menyelesaikan problema-problema yang dihadapi oleh keluarga. Disetiap RW di Kota Depok telah mempunyai Posyandu, yang jumlahnya kini sekitar 972 Posyandu. Disana dilakukan berbagai kegiatan seperti penimbangan gizi balita, penyuluhan, pemberian makanan tambahan, imunisasi, dan masih banyak lagi kegiatan yang dilakukan. Dari segi kesehatan, Kota Depok sudah bagus, terbukti dengan menurunya jumlah penderita gizi buruk di Kota Depok yang di tahun 2011 tinggal 129 dan diraihnya penghargaan program penanganan gizi buruk dalam ajang MDGs Awards” tutur Walikota yang juga memaparkan program-program remaja, lansia, hingga PKK di Kota Depok.

Walikota mengatakan, ada 5 Aspek ketahanan keluarga, yaitu memiliki kemandirian nilai, memilki kemandirian ekonomi, tahan menghadapi goncangan keluarga, keulletan dan ketangguhan dalam memainkan peran sosial, dan mampu menyelesaikan problema yang dihadapi. Tak lupa, Walikota mengatakan bahwa Kota Depok memiliki gerakan One Day No Rice sebagai langkah upaya untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia. “Kunci sukse ketahan kelurga adalah sabar dan apresiasi” tutup Walikota yang dilanjutkan dengan penyerahan buku Gerakan One Day No Rice Guna Meningkatkan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Dalam Rangka Memperkuat Ketahanan Ekonomi Nasional kepada Ketua Lembaga Kajian Ketahanan Keluarga Indonesia Anis Biyarwati.

Tidak ada komentar: