DEPOK, (TRIBUNEKOMPAS) By: Arief.
- Kepolisian Resor Depok, masih mendalami laporan mengenai hilangnya Nurul Fitriyah, 23 tahun, mahasiswi pasca sarjana Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI). Polisi belum mendapat petunjuk mengenai keberadaan korban.
Kabar hilangnya Fitriyah, pertamakali dilaporkan Nadiroh, orangtua korban pada 30 Juni 2012 lalu, sesuai dengan nomor laporan LP/B/057/VI/2012/PMJ/Resta Depok.
Mahasiswi asal Tegal, Jawa Tengah itu dipastikan hilang karena sebelumnya Fitriyah janji akan pulang ke Tegal pada 16 Juni 2012. Tapi hingga satu pekan, dia tidak juga datang.
Saat keluarga mendatangi tempat kosnya di Jalan H Mahali, Wisma Paadusi, Keluarhan Pondok Cina, Beji, Depok, keluarganya tidak mendapati keberadaan Fitriyah. Menurut sejumlah rekan kosnya, Fitriyah terakhir terlihat pergi pada malam hari dengan menggunakan rok warna hitam dan sepatu sandal coklat.
Salah satu rekannya, Lia Amalia Ulfa, 23 tahun, menjelaskan, sebelum dikabarkan hilang, Fitria sempat mengeluhkan beberapa mata pelajaran yang dianggapkan sulit dan ingin sekali cuti kuliah. "Kami tidak begitu dekat. Tapi dia sempat bilang kalau lagi minder sama pelajaran dan ingin sekali cuti," kata Lia.
Selain dikenal sebagai sosok pribadi yang tertutup, gadis yang kesehariannya berkerudung itu memiliki kegiatan sebagai guru private untuk pelajar SD dan SMP. "Baik dan rajin beribadah. Pakai jilbab, kulit sawo matang dan berkacamata. Manislah orangnya," kata Lia.
- Kepolisian Resor Depok, masih mendalami laporan mengenai hilangnya Nurul Fitriyah, 23 tahun, mahasiswi pasca sarjana Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI). Polisi belum mendapat petunjuk mengenai keberadaan korban.
Kabar hilangnya Fitriyah, pertamakali dilaporkan Nadiroh, orangtua korban pada 30 Juni 2012 lalu, sesuai dengan nomor laporan LP/B/057/VI/2012/PMJ/Resta Depok.
Mahasiswi asal Tegal, Jawa Tengah itu dipastikan hilang karena sebelumnya Fitriyah janji akan pulang ke Tegal pada 16 Juni 2012. Tapi hingga satu pekan, dia tidak juga datang.
Saat keluarga mendatangi tempat kosnya di Jalan H Mahali, Wisma Paadusi, Keluarhan Pondok Cina, Beji, Depok, keluarganya tidak mendapati keberadaan Fitriyah. Menurut sejumlah rekan kosnya, Fitriyah terakhir terlihat pergi pada malam hari dengan menggunakan rok warna hitam dan sepatu sandal coklat.
Salah satu rekannya, Lia Amalia Ulfa, 23 tahun, menjelaskan, sebelum dikabarkan hilang, Fitria sempat mengeluhkan beberapa mata pelajaran yang dianggapkan sulit dan ingin sekali cuti kuliah. "Kami tidak begitu dekat. Tapi dia sempat bilang kalau lagi minder sama pelajaran dan ingin sekali cuti," kata Lia.
Selain dikenal sebagai sosok pribadi yang tertutup, gadis yang kesehariannya berkerudung itu memiliki kegiatan sebagai guru private untuk pelajar SD dan SMP. "Baik dan rajin beribadah. Pakai jilbab, kulit sawo matang dan berkacamata. Manislah orangnya," kata Lia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar