DEPOK, (TRIBUNEKOMPAS)
By: Arief.
- Akibat turun hujan sepanjang hari di Kota Depok, tanggul di bantaran Kali Laya, Perum. Bukit Cengkeh II, Jalan Tunas Bhakti, Kel. Palsigunung, Kec. Cimanggis Kota Depok, Senin (19/11) malam jebol.
Akibat meluasnya tanggul yang jebol, pemukiman warga kerendam air mencapai satu meter.
Hujan yang turun dan membuat air kiriman dari bogor yang melintasi Situ Pengarengan dengan debit air yang besar, membuat aliran situ Pengarengan melalui Kali Laya mengalami tambah panjangnya tanggul yang jebol.
Dari peristiwa itu perumahan Bukit Cengkeh terendam, dan bahkan meluas hingga perumahan Pondok Duta yang hanya berjarak 200 meter dari lokasi tanggul yang jebol.
Informasi yang berhasil dihimpun Tribunekompas, tanggul yang sebelumnya jebol masih dalam tahap renovasi, kembali jebol sekitar pukul 20.00. Aliran air yang deras mengakibatkan warga sekitar panic dan lebih memilih mengungsi dengan menyelamatkan barang berharga yang ada di dalam rumah ke tempat lebih tinggi, Selasa ( 20/11) pagi.
Namun demikian, tidak ada korban jiwa maupun terluka atas kejadian tersebut. sekarang warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk sementara waktu.
Sedangkan tim Satgas Banjir Kota Depok bekerjasama TNI AD masih berupaya melakukan evakuasi warga di lokasi banjir yang paling parah di RT 10/02, RT 06/16.
Sementara itu, Komandan Korem 051/WKT, Kolonel Inf Wuryanto yang datang ke lokasi tanggul jebol mengatakan, sebanyak 150 anggota dari Kodim, satuan tempur kostrad, dan satgas banjir bergotong royong membangun tanggul darurat untuk menjaga supaya aliran air tidak meluas membanjiri pemukiman warga.
“Pengerjaan yang kita lakukan merupakan tahap awal saja. Supaya aliran air dari tanggul yang jebol tidak meluas membanjiri pemukiman warga. Kita menerapkan sistem penambalan dengan cara turap bronjong berisi batuan kali, serta talang datar menggunakan drum-drum untuk menambal tanggul yang jebol,” paparnya.
Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan obat-obatan dan peralatan berat berupa Bego untuk mengeruk limbah kali berupa material sampah dan lumpur dari jalan.
“Perbaikan ini kita bekerjasama dengan Pemda Depok. Upaya kita membetulkan tanggul sifatnya sementara. Sisanya dilakukan oleh pemkot,” demikian katanya.
Kali tanggul jebol pada Selasa (13/11) pukul 22:30 pekan lalu. Sebanyak 23 rumah terendam air sedalam 2,5 meter.
Selain kerugian materil rumah maupun harta benda yang rusak, juga mengakibatkan jembatan Kali Cijantung jebol. Sebanyak 23 rumah terendam air, sedangkan endapan lumpur dan sampah juga mengumpal mengotori pemukiman warga.
By: Arief.
- Akibat turun hujan sepanjang hari di Kota Depok, tanggul di bantaran Kali Laya, Perum. Bukit Cengkeh II, Jalan Tunas Bhakti, Kel. Palsigunung, Kec. Cimanggis Kota Depok, Senin (19/11) malam jebol.
Akibat meluasnya tanggul yang jebol, pemukiman warga kerendam air mencapai satu meter.
Hujan yang turun dan membuat air kiriman dari bogor yang melintasi Situ Pengarengan dengan debit air yang besar, membuat aliran situ Pengarengan melalui Kali Laya mengalami tambah panjangnya tanggul yang jebol.
Dari peristiwa itu perumahan Bukit Cengkeh terendam, dan bahkan meluas hingga perumahan Pondok Duta yang hanya berjarak 200 meter dari lokasi tanggul yang jebol.
Informasi yang berhasil dihimpun Tribunekompas, tanggul yang sebelumnya jebol masih dalam tahap renovasi, kembali jebol sekitar pukul 20.00. Aliran air yang deras mengakibatkan warga sekitar panic dan lebih memilih mengungsi dengan menyelamatkan barang berharga yang ada di dalam rumah ke tempat lebih tinggi, Selasa ( 20/11) pagi.
Namun demikian, tidak ada korban jiwa maupun terluka atas kejadian tersebut. sekarang warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk sementara waktu.
Sedangkan tim Satgas Banjir Kota Depok bekerjasama TNI AD masih berupaya melakukan evakuasi warga di lokasi banjir yang paling parah di RT 10/02, RT 06/16.
Sementara itu, Komandan Korem 051/WKT, Kolonel Inf Wuryanto yang datang ke lokasi tanggul jebol mengatakan, sebanyak 150 anggota dari Kodim, satuan tempur kostrad, dan satgas banjir bergotong royong membangun tanggul darurat untuk menjaga supaya aliran air tidak meluas membanjiri pemukiman warga.
“Pengerjaan yang kita lakukan merupakan tahap awal saja. Supaya aliran air dari tanggul yang jebol tidak meluas membanjiri pemukiman warga. Kita menerapkan sistem penambalan dengan cara turap bronjong berisi batuan kali, serta talang datar menggunakan drum-drum untuk menambal tanggul yang jebol,” paparnya.
Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan obat-obatan dan peralatan berat berupa Bego untuk mengeruk limbah kali berupa material sampah dan lumpur dari jalan.
“Perbaikan ini kita bekerjasama dengan Pemda Depok. Upaya kita membetulkan tanggul sifatnya sementara. Sisanya dilakukan oleh pemkot,” demikian katanya.
Kali tanggul jebol pada Selasa (13/11) pukul 22:30 pekan lalu. Sebanyak 23 rumah terendam air sedalam 2,5 meter.
Selain kerugian materil rumah maupun harta benda yang rusak, juga mengakibatkan jembatan Kali Cijantung jebol. Sebanyak 23 rumah terendam air, sedangkan endapan lumpur dan sampah juga mengumpal mengotori pemukiman warga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar