Jumat, 21 Desember 2012

Action Diam-Diam Tapi Klaim Selalu Lebih Dulu

DEPOK, (TRIBUNEKOMPAS)  
By: Arief.  

-  Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kota Depok, Zalfinus Irwan, mengklaim pihaknya lebih dulu menangkap jaringan produksi bakso sapi yang dioplos dengan daging babi. Mereka lebih dulu melakukannya ketimbang  Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan.

Menurut dia, Depok menjadi salah satu wilayah yang menjadi titik akhir dari rantai jaringan berlapis dari wilayah Jakarta Selatan. "Sejak sebulan lalu (November) kami dapat laporan dari para komunitas pedagang daging yang merasa dirugikan dengan ulah jaringan ini," kata Zalfinus di Balai Kota Depok, kemarin, Kamis, 20 Desember 2012. Namun, dia tidak menyebutkan pelakunya.

Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan dan Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap Eka Prayitno, produsen bakso sapi yang dioplos dengan daging babi di kiosnya di Pasar Cipete, 12 Desember lalu. Eka ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di tahanan Polres Jakarta Selatan.

Menurut Zalfinus, sejak ada laporan itu, pihaknya langsung mengantisipasi peredaran daging babi oplosan. Seluruh pasar disisir dengan cara menginvestigasi pedagang yang bertransaksi di malam hari untuk mengambil sampel dagingnya. "Yang diindikasikan kami sisir, dan kami sudah dapat pelakunya," kata dia.

Ia menjelaskan, dari hasil temuan mereka, terdapat empat lapis rantai penjualan daging babi oplosan. Sementara, Depok menjadi titik keempat dan ketiga terakhir setelah dipasok dari wilayah Cilandak, Jakarta Selatan. "Di level tiga ke hulunya sudah kami tangkap dan kami ajak kerja sama untuk mengungkap ini," katanya.

Rantai distribusinya, kata Zulfinus, mulai dari penjual asal Cilandak dan rantai kedua masih terhenti atau belum terungkap karena belum mau bekerja sama dengan pemerintah Depok. Sedangkan rantai ketiga dan keempat diklaim sudah bersedia bekerja sama. "Kami pegang dan ajak kerja sama."

Zalfinus juga mengatakan, pihaknya sengaja tidak mengekspos penangkapan jaringan ini, sebab tak ingin menimbulkan keresahan. "Kami tak ingin membuat masyarakat resah," kata dia. Zulfinus mengaku kaget begitu Jakarta Selatan mengungkapnya lebih dulu  kepada publik. "Baiklah kami juga akan koordinasi, karena kami khawatir ini efek ekonominya besar," kata dia.

Tidak ada komentar: