DEPOK, TRIBUNKOMPAS. By: ARIEF.
-Harga kebutuhan bahan pokok menjelang bulan suci ramadhan melonjak tajam. Beberapa kebutuhan bahan pokok yang mengalami kenaikan itu diantaranya beras minyak telur dan sayur mayur. Pantauan Radaronline dipasar tradisional Kemiri Muka Depok, harga sayuran seperti ketimun, tomat dan bawang merah mulai merangkak naik berkisar 1000, hingga 5000 rupiah per kilogramnya.
“ Saat ini harga sayuran ketimun, tomat, dan bawang merah mulai naik. Hal ini biasa terjadi menjelang datangnya bulan Ramadhan,” kata Enthis (32), pedagang sayuran Pasar Kemiri Muka kepada Tribunkompas, Minggu(10/7).
Enthis mengakui, kemungkinan kenaikan harga jual timun dan tomat menjadikan contoh kenaikan harga sayuran lainnya. Seperti harga tomat per kilogram (kg) semula Rp3000 naik menjadi Rp8000. Harga timun per kg dari Rp2000 menjadi Rp5000. Sedangkan harga bawang merah saat ini mencapai Rp20 ribu per kg. Padahal pekan lalu hanya Rp.14 ribu.
“ Itu bukan kemauan kami menaikan harga seenaknya. Memang seminggu yang lalu sudah naik harganya . Atau mmemang pasokan dari petani lagi berkurang. Jadi jangan kaget, menjelang puasa naik semuanya,” katanya.
Selain beberapa sayuran yang harganya naik kata Enthis, ada juga beberapa sayuran mengalami penurunan seperti, wortel, kol, dan cabai merah. Harga cabai merah yang sempat melambung tinggi, satu bulan ini harganya hanya Rp. 6000 per kg dan cabai rawit Rp.7000 per kg.
“Kalau cabai turun yang rugi ya petani. Kasihan kan mereka. Kalau kita sebagai pedagang tidak berpengaruh pada kenaikan atau penurunan harga,” ujarnya.
Enthis mengingatkan,kenaikan harga sayuran di Pasar Kemiri khususnya memacu ke pasar-pasar lainnya. Mungkin saja pasar diluar Kota Depok lebih tinggi. Jadi mereka sudah pasti akan menaikan harga dagangannya. Pada akhirnya semua pedagang belinya di kita,” imbuhnya.
Secara terpisah, Firmanzah selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) terkaait kenaikan harga itu mengatakan, kenaikan harga sayuran biasanya disebabkan karena masalah pengirimannya yang selalu tidak menentu. Namun permasalahan tersebut bisa diatasi dari tingkat bawah. Artinya, sudah seharusnya para petani mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah.
“ Perlu ada penegakan hukum agar ada efek jera. Pemerintah harus tegas pada spekulan. Tentunya, ini salah satu cara untuk menekan tingkat kenaikan harga yang signifikan,” tegasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar