DEPOK, (Tribunekompas) By: Tommy.
- Meski telah beberapakali dilakukan penertiban oleh Dinas Satpol PP para pedagang kaki lima (PKL ) di Kota Depok, tampaknya masih terus kembali menjamur. Hal itu sangat dikeluhkan oleh masyarakat dan Ormas setempat di Kota Depok.
Beberapa warga termasuk ormas yang merasa keberatan dan meminta untuk segera dilakukan penertiban kembali, kini datang dari ormas AMPI wilayah Cinere. Melalui suratnya yang ditujukan kepada Dinas Satpol PP Depok bernomor 009/TAC/PP,LKBH.AMPI/X/20011 tertanggal 24 Oktober lalu,AMPI melayangkan permohonan pelaksanaan penertiban PKL yang berada di Blok A Cinere, Kota Depok.
Selain itu beberapa warga di Kota Depok lainnya juga mengeluhkan keberadaan para Pedagang Kaki Lima (PKL) seperti di Margonda Raya , Depok. Warga yang sempat ditemui Tribunekompasmenuturkan akibat adanya para PKL tersebut, warga merasa tidak nyaman saat berjalan kaki dikarenakan trotoar untuk pejalan kaki di pakaiuntuk berdagang para PKL. "Kami kadang harus berjalan di badan jalan dengan resiko bisa terserempet kendaraan atau tertabrak," jelas Nobon dan Lupian, Warga Kemirimuka dan Sukma Jaya, Depok.
Menurut Kepala Bidang ketentraman dan Ketertiban Dinas Satpol PP Kota Depok Drs.Teddy Hasanudin, Jum`at (4/11)kemarin mengatakan, pihaknya menyayangkan atas kembali menjamurnya para PKL yang berlokasi di Blok A Cinere itu. Hal itu karena ada kesan pihak kecamatan tidak mau merawat apa yang telah di instruksikan oleh Dinas Pol PP.
“ Pihaknya telah berkali-kali melakukan penertiban, tetapi kenapa sekarang terkesan ada pembiaran. Ada apa dengan Camat Cinere,” kata Teddy.
Tedy menghimbau kepada seluruh Stakeholder termasuk Lurah dan Camat agar merawat dan selalu menjaga ketertiban diwilayahnya demi penegakkan Perda tentang ketertiban umum termasuk melakukan penertiban para PKL yang memang melanggar perda itu,” ujarnya.
Terkait jelang Idul Adha,Teddy menghimbau seluruh aparat yang ada untuk menggelar apel kendaraan ditiap tiap wailayah kecamatan masing-masing. Hal itu dimaksudkan agar para Camat mengetahui keberadaan kendaraan, apakah kondisinya masih layak atau tidak. Sehingga mempermudah dalam melaksanakan tugas,” kata Teddy.
Beberapa Camat, seperti Camat Cinere Ahmad Saripudin, dan Camat Beji, terkait keluhan masyarakat soal PKL diwilayahnya, belum bisa dihubungi. Namun sejumlah sumber menduga aksi pembiaran tersebut sengaja dilakukan karena diduga ada setoran yang mengalir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar