Rabu, 14 Maret 2012

Warga Depok Membuat Lubang Biopori

DEPOK, (TRIBUNEKOMPAS)
By: Arief.


- Biopori atau disebut juga lubang-lubang kecil pada tanah yang terbentuk akibat aktivitas organisme dalam tanah seperti cacing atau pergerakan akar-akar dalam tanah seperti cacing atau pergerakan akar-akar dalam tanah. Lubang tersebut akan berisi udara dan menjadi jalur mengalirnya air. jadi air hujan tidak langsung masuk ke saluran pembuangan air, tetapi meresap ke dalam tanah melalui lubang tersebut.

Manfaat dari lubang biopori tersebut untuk mencegah banjir, saat ini banjir telah menjadi bencana yang merugikan bagi setiap masyarakat. Jadi keberadaan lubang biopori dapat menjadi jawaban dari masalah tersebut, bayangkan bila setiap rumah, kantor atau tiap bangunan di Depok memiliki biopori berarti jumlah air yang segera masuk ke tanah tentu banyak pula dan dapat mencegah terjadinya banjir.

Selain menjadi tempat pencegah banjir, lubang biopori dapat pula menjadi tempat pembuangan sampah organik, karena banyaknya sampah yang bertumpuk juga telah menjadi masalah tersendiri di Kota Depok.

Kita dapat pula membantu mengurangi masalah ini dengan memisahkan sampah rumah tangga kita menjadi sampah organik dan non organik. Untuk sampah organik dapat kita buang dalam lubang biopori yang kita buat. Serta dapat meningkatkan kualitas air tanah organisme dalam tanah mampu membuat sampah menjadi mineral-mineral yang kemudian dapat larut dalam air.

Hasilnya, air tanah menjadi berkualitas karena mengandung mineral dan dapat menyuburkan tanaman. Karena sampah organik yang kita buang di lubang biopori merupakan makanan untuk organisme tersebut dapat membuat sampah menjadi kompos yang merupakan pupuk bagi tanaman di sekitarnya.

Cara membuat lubang biopori :
1. Buat lubang silindris secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10cm, kedalaman kurang lebih 100cm atau tidak sampai melampaui maka air tanah bila air tanahnya dangkal. Jarak antar lubang antara 50-100cm
2. Mulut lubang dapat diperkuat dengan semen selebar 2-3cm dengan tebal 2cm di sekeliling mulut lubang.
3. Isi lubang dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman, dedaunan, atau pangkasan rumput
4. Sampah organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah berkurang dan menyusut akibat proses pelapukan
5. Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang resapan.

Tidak ada komentar: