Jumat, 27 Juli 2012

Nurmahmudi Bilang Tahu Bukan Produk Asli Indonesia Tapi Dari Negeri Cina

DEPOK, (TRIBUNEKOMPAS)  
By: Arief.  

-   Ada-ada saja, soal asal usul tahu tempe di permasalahkan walikota Depok, Nur Mahmudi Isma'il. Ini masalah kedelai yang langka dan membubung tinggi harganya. Selain itu juga mengenai makanan tradisional dan produk lokal yang sudah mendarah daging, seperti halnya makanan pokok bangsa Indonesia, nasi. "Pak wali ini kok aneh-aneh saja soal tempe, dulu soal nasi," kata Suwarno, warga kota Depok, menanggapi pernyataan Walikotanya, Nur Mahmudi Isma'il, Jum'at 27/07/2012.

Sebelumnya, walikota Depok Nur Mahmudi Isma''il, mengimbau masyarakat tidak panik dengan kenaikan harga kedelai. "Dalam kondisi ini seharusnya masyarakat tidak panik," katanya kepada wartawan di Balai Kota Depok, Kamis, 26/07/2012.

Menurut Nur Mahmudi, masyarakat Indonesia harus sadar bahwa kedelai dan tahu itu bukanlah asli Indonesia. Tidak seharusnya masyarakat kecanduan dengan kedelai. "Kita tidak mengenal tahu, tapi tempe. Tahu itu dari Cina," katanya.

Begitupun dengan kedelai yang bukanlah tanaman asli Indonesia. Namun, belakangan masyarakat Indonesia sudah semakin kecanduan dengan kedelai dan tempe. "Kita tidak mampu mempropagandakan produk asli sehingga diwarnai," katanya.

Sampai saat ini masyarakat merasa panik karena produksi kedelai Amerika gagal. Produksi tahu dan tempe Jakarta dan Jawa Barat pun melakukan mogok bersama. "Kita sudah susah keluar dari kecanduan kedelai," kata Nur Mahmudi.

Menanggapi itu, pemerintah pusat harus memiliki langkah yang praktis dan strategis. "Silakan pertahankan kedelai, tapi jangan menutup mata dengan adanya potensi lain," katanya.
Apa penggantinya itu kira-kira pak Wali?

Tidak ada komentar: