Kamis, 21 Maret 2013

FOKUS Tidak Jelas, Kami Tidak Mersa Terwakili

DEPOK, (TRIBUNEKOMPAS) 
By: Putra.  

-  Warga Kampung Sugutamu, Kelurahan Mekarjaya mulai resah dan mempertanyakan keberadaan Forum Komunikasi Kampung Sugutamu atau disingkat FOKKUS, apa benar-benar sudah merepresentasikan seluruh keinginan dan aspirasi warga Kampung Sugutamu terkait Penolakan FOKKUS terhadap keberadaan Duta Residence di wilayah mereka.

"Apa jangan-jangan FOKKUS selama ini hanya meng"claim" sudah mewakili aspirasi dan keinginan seluruh warga kampung Sugutamu, padahal sebenarnya hanya keinginan segelintir orang saja? Saya warga kampung Sugutamu, keluarga saya, teman-teman saya, dan masih banyak warga kampung Sugutamu lainnya tidak merasa diwakili oleh FOKKUS, yang dibentuknya saja ga jelas kapan dan dimana?" geram Ahmad Buhari, Tokoh Pemuda kampung Sugutamu.

Pertanyaan-Pertanyaan diatas muncul mengingat FOKKUS yang menolak keberadaan Duta Residence -Kel.Mekarjaya seolah-olah sudah mewakili seluruh aspirasi warga kampung Sugutamu, yang mana Surat Penolakan FOKKUS lantas dijadikan dasar oleh Pemerintah Kota Depok untuk menolak pengajuan Peningkatan izin Duta Residence dari Kos-kosan menjadi Hotel dan Penginapan. Padahal 70% pegawai DR adalah warga asli kampung Sugutamu, yang bersama Ratusan Warga Kampung Sugutamu lainnya telah memberikan izin lingkungan (membubuhi tandatangan dan fotocopy KTP) terkait pengajuan Peningkatan Izin Duta Residence yang baru tersebut.

Tapi entah ada apa dengan Pemkot Depok khususnya Walikota dan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) kota Depok yang tetap bertahan tidak mengeluarkan izin DR dgn acuan adanya surat penolakan FOKKUS yang seolah-olah dianggap sudah merepresentasikan seluruh aspirasi dan keinginan warga kampung Sugutamu, hal ini jelas telah menghambat investasi di kota Depok", tegas Wakil Koordinator Satuan Tugas Pemantau dan Penjaga Ketertiban Penyelenggaraan Bangunan (Satgas P2KPB ) kota Depok, Muhammad Thohir Barabba.

‎​Apakah ada unsur Politis dibalik semua ini, atau ada unsur "Persaingan Usaha? Yang pasti Pemkot Depok harus bisa mengurai dan menyelesaikan secara jitu terkait polemik ini. Apalagi banyak warga kampung Sugutamu yang mengandalkan nafkah hidup mereka dengan bekerja di Duta Residence.

Tidak ada komentar: