DEPOK, (TRIBUNEKOMPAS)
By: Arief.
- Badan
Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga(BPMK) Kota Depok menggelar rapat
koordinasi program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) yang dibuka
oleh Asisten Ekonomi Pembangunan dan Sosial Eka Baktiar kemarin, di aula lantai 1 Balaikota Depok.
Kegiatan bertema Dengan
kualitas Pelayanan KB kita tingkatkan Pencapaian Peserta KB MJKP ini
dilakukan dalam rangka pembinaan teknis operasional penggarapan KKB di
Kota Depok. Eka Baktiar memberikan apresiasi kepada
150 an peserta yang berasal dari penyuluh kesehatan masyarakat
kelurahan se-Kota Depok, penyuluh KB, Pos KB atas terlaksananya rapat
koordinasi tersebut.
Hadir sebagai narasumber Sekretaris BPMK Kota Depok, Dadang Wihana, Kepala Sub Bidang Bina Kesertaan KB Wilayah Sasaran Khusus BKKBN Perwakilan Jabar Edy Purnomo, dan Hendrawati Setiani Ketua Ikatan Bidan Indonesia cabang Kota Depok.
Menurut data kependudukan Indonesia,
jumlah penduduk Indonesia saat ini 237,6 juta jiwa dan 1,9 juta tercatat
berada di Kota Depok. Pertumbuhan penduduk 2,4 % per tahun termasuk
kedua tertinggi di Jawa Barat setelah Bekasi. Faktor utama penyebab
meningkatnya jumlah penduduk Depok ini dipicu adanya kelahiran dan
imigrasi.
Dadang menjelaskan, jumlah penduduk di
kota Depok 5 sampai 10 tahun ke depan, jika tidak dikelola dengan baik
akan menimbulkan dampak adanya perebutan terhadap akses ekonomi, sosial,
kesenjangan kesehteraan dan meningkatnya angka kriminalitas.
Salah satu langkah untuk menekan laju
pertumbuhan penduduk Depok adalah dengan menggiatkan kembali salah satu
program pemerintah Keluarga Berencana dengan slogan, 2 anak cukup yang
sekarang diganti 2 anak lebih baik. Dengan KB diharapkan akan tercapai
zero growth atau pertumbuhan nol.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar