DEPOK,TRIBUNEKOMPAS. By: TOMMY.
-Hajat besar acara pelantikan ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Depok, Periode 2011 - 2016, di salah satu hotel berbintang, senin 19/7 lalu, masih menyisakan dan berbuntut kemelut yang belum berujung, di organisasi kema-syarakatan tersebut.
Hal itu ditandai dengan dila-yangkannya beberapa protes berupa surat yang ditujukan kepada Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) dan Majelis Pimpinan Nasional (MPN) yang di ketuai Yapto Sulistio Soeryosumarno dan copy-annya kepada redaksi Tribunekompas, Rabu 21/7 kemarin.
Dalam surat yang dibuat oleh panitia Musyawarah Cabang (Muscab) PP Kota Depok, menyebutkan diantaranya MPW telah berlaku sewenang-wenang, me-langgar Tata Tertib Muscab pemilihan ketua MPC Depok dan melanggar aturan dalam Aturan Dasar Aturan Rumah Tangga (AD-ART) serta Peraturan Organisasi (PO) PP
“Kita punya semua bukti tertulis kronologis jalannya Muscab pemilihan ketua MPC Depok karena saya sebagai pimpinan sidang pada waktu itu,” jelas Jack Tobing, kepada Tribunekompas.
Menurutnya, Tidak ada satupun prosedur yang telah dilanggarnya dalam pemilihan ketua MPC PP Depok. Semua berlangsung sesuai prosedur dan tata tertib pemilihan ketua.
“Tapi kemudian MPC mengklaim terjadi dead lock, padahal yang terjadi sidang di skorsing, ditunda dan akan dilanjutkan tanpa menghilangkan proses awal dan semua telah di berita acara-kan dan ditanda tangani semua pihak,” kata Tobing, sebagai piminan sidang Muscab PP Depok.
Namun tiba-tiba MPW mengambil alih pemilihan ketua MPC Depok dan di Bandung menetapkan calon ketua yang sebelumnya telah dinyatakan gugur dalam verifikasi Muscab.
“Ini kesewenangan yang sangat mencederai organisasi dan saya mohon pak Yapto sebagai ketua MPN PP Pusat bertindak tegas seperti selama ini, tanpa tebang pilih,” protes Jack Tobing.
Sementara itu, ketua terlantik Rudi Samin, saat dihubungi mengatakan bahwa semua syah dan tidak ada yang dilanggar. “Saya terpilih secara aklamasi di Bandung,” kata Samin.
Dikatakannya, dalam sebuah kompetisi wajar ada yang tidak terima kekalahan. “Tapi saya ingatkan, kalau memang sudah kalah ya harus tahu diri dengan mengukur kekuatan. Silahkan saja protes kemana saja dan saya yakin tidak akan ditanggapi,” jelas Rudi Samin. Sekarang tinggal tunggu tindakan dari Ketua MPN PP Pusat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar